Metode dan Praktek Shalat Khusyu Sesuai Tuntunan Rasullullah SAW 5/5 (1)

metode shalat khusyu
metode shalat khusyu

Metode dan Praktek Shalat Khusyu Sesuai Tuntunan Rasullullah SAW

Salah satu kewajiban seorang muslim dan termasuk kedalam lima Rukun Islam adalah Shalat. Shalat adalah sarana komunikasi antara hamba dengan Tuhannya, Allah SWT.

shalat adalah sarana berhadap hati seorang hamba untuk curhat segala permasalahan hidup kepada Tuhan nya sang pencipta, Allah SWT.

Shalat sebagai salah satu bentuk ibadah dan pengabdian serta tanda tunduknya seorang hamba.


فَإِنْ صَلُحَتْ صَلُحَ سَائِرُ عَمَلِهِ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَسَدَ سَائِرُ عَمَلِهِ

” Bila shalatnya baik maka baik pula seluruh amalnya, sebaliknya jika shalatnya rusak maka rusak pula seluruh amalnya. ”

(HR. Ath-Thabarani dalam Al-Ausath, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 1358 )

karena itulah, sebagai seorang muslim maka sudah sepantasnyalah kita menjaga denagns ebaik baiknya shalat kita. karena shalat lah yang akan menjadi pembeda kita dari yang lain, dan shalatlah yang akan menjadi jalan penyelamat kita dari perbuatan yang di benci oleh Allah SWT

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ


Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al ‘Ankabut: 45).

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, “ Shalat bisa mencegah dari kemungkaran jika shalat tersebut dilakukan dalam bentuk sesempurna mungkin “.

Apa maksudnya sesempurna mungkin ?

sesempurna mungkin adalah kita melakukan shalat bukan sekedar mengerjakan shalat hanya untuk menggugurkan kewajiban. tapi kita benar benar mendirikan shalat sesuai tuntunan Rasullullah SAW. dari awal hingga akhir nya

Metode dan Praktek Shalat Khusyu Sesuai Tuntunan Rasullullah SAW

Untuk bisa mencapai kesempurnaan dalam shalat, kita harus mengikuti tahapan tahapan dalam shalat mulai dari persiapan, ketika berwudhu, bacaan dan gerakan dalam shalat dan yang paling penting dan tidak bisa diabaikan adalah masalah hati. Kemana hati dan pikiran kita ketika kita sedang shalat ?

apakah hati kita khusyu mengingat Allah ?

ataukah malah hati dan pikiran kita jalan jalan entah kemana ?

ingat ini itu ?

Arti dari hati yang khusyuk adalah adalah serius, bersungguh-sungguh, khidmat, syahdu, penuh penghayatan ketika shalat.

Sudah merupakan kerjaan syaitan yang terkutuk untuk mengganggu dan mempengaruhi setiap cucu adam agar tidak bisa khusyu ketika shalat.

Agar shalat kita bisa khusyuk maka ada beberapa tahapan yang perlu kita perhatikan. berikut adalah Metode dan Praktek Shalat Khusyu Sesuai Tuntunan Rasullullah SAW

1. Niat

Niat memiliki peran yang sangat penting didalam melakukan setiap aktifitas. jika niat kita salah maka segala yang kita lakukan tidak akan memiliki makna.

عَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Amal itu tergantung pada niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya kerana dunia atau kerana wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrahnya ”

(HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Begitu juga niat kita dalam shalat, kita harus meluruskan dulu niat kita. apakah kita shalat memang benar benar untuk mengingat dan tulus sebagai bentuk pengabdian kita kepada Allah, atau hanya sekedar supaya dilihat dan dikatakan sebagai orang yang sholeh ?

Mari Luruskan Niat kita , bahwa Shalat adalah salah satu bukti pengabdian dan mengingat Allah. dan shalat bukan lagi sekedar kewajiban, tapi shalat sudah merupakan sebuah kebutuhan bagi kita sebagai Hamba Allah.

Niat Menjadi pondasi pertama dan utama dalam Metode dan Praktek Shalat Khusyu Sesuai Tuntunan Rasullullah SAW .

2. Persiapan sebelum Shalat

Persiapan sebelum shalat, memiliki peran yang sangat penting. kita harus tahu benar waktu kapan kita harus shalat, sehingga kita bisa melakukan persiapan dengan maksimal. minimal 15 menit sebelum masuk waktu shalat, kita sudah melakukan persiapan.

Di dalam Metode dan Praktek Shalat Khusyu Sesuai Tuntunan Rasullullah SAW , ada 11 tahap persiapan sebelum shalat yang perlu kita lakukan untuk bisa mendapatkan shalat yang khusyu

a. Memilih pakaian terbaik. jika kita ingin bertemu bertemu dengan atasan kita, bertemu dengan gubernur, presiden, yang mana mereka sama sama manusia seperti hal nya kita, pastinya kita akan memilih dan memakai pakaian yang terbaik, memakai wangi wangian, menyisir rambut serapi mungkin, maka sudah selayaknya, jika ingin shalat, ingin menghadap kepada Allah sang pencipta pemilik alam semesta maka sudah seharusnyalah, persiapan kita lebih daripada persiapan ketika kita menghadap sesama manusia

b. Berwudhu dengan benar sesuai tuntunan Rasullullah. Wudhu yang sempurna menjadi penentu sah tidaknya shalat kita. jika wudhu kita tidak benar, maka akan kah kita masih berharap shalat kita akan diterima oleh Allah SWT ?

c. Berangkat sebelum Adzan. Berangkat sebelum adzan dikumandangkan, akan membuat hati kita lebih tenang, tidak terburu buru ketika menuju masjid. dengan langkah dan hati yang tenang maka akan sangat mempengaruhi kondisi kita ketika sedang shalat.

d. Berdoa menuju Masjid. jika anda adalah laki laki, maka kerjakanlah shalat wajib berjamaah di Masjid. dan sebelum berangkat ke Masjid hendaklah berdoa

اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي بَصَرِي نُورًا وَفِي سَمْعِي نُورًا وَعَنْ يَمِينِي نُورًا وَعَنْ يَسَارِي نُورًا وَفَوْقِي نُورًا وَتَحْتِي نُورًا وَأَمَامِي نُورًا وَخَلْفِي نُورًا وَاجْعَلْ لِي نُورًا

Allahummaj’al fii qolbi nuura wa fii bashari nuura wa fii sam’i nuura wa ‘an yamiinihi nuura wa ‘an yasaarii nuura wa fauqi nuura wa tahti nuura wa amaami nuura wa khalfi nuura waj’al lii nuura (Ya Allah jadikanlah cahaya dalam hatiku, cahaya dalam penglihatanku, cahaya dalam pendengaranku, cahaya dari kananku, cahaya dari kiriku, cahaya dari belakangku, dan jadikanlah untukku cahaya” (H.R Muslim 763)

e. Berdoa ketika masuk Masjid. Ketika masuk kedalam masjid, hendaklah kita mendahulukan kaki kanan dan juga berdoa sebagaimana sabda Rasullullah

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ. وَإِذَا خَرَجَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

Jika salah seorang di antara kalian memasuki masjid, maka ucapkanlah, ‘Allahummaftahlii abwaaba rahmatik’ 

(Ya Allah, bukakanlah pintu-pintu rahmat-Mu). Jika keluar dari masjid, ucapkanlah: ‘Allahumma inni as-aluka min fadhlik’ (Ya Allah, aku memohon pada-Mu di antara karunia-Mu).” (HR. Muslim 713)

f. Tidak lewat di depan orang yang sedang shalat. Ketika sudah didalam Masjid, perhatikanlah, jangan sampai anda lewat didepan orang yang sedang Shalat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda:

لَوْ يَعْلَمُ الْمَارُّ بَيْنَ يَدَي الْمُصَلِّي مَاذَا عَلَيْهِ، لَكَانَ أَنْ يَقِفَ أَرْبَعِيْنَ، خَيْرًا لَهُ مِنْ أَنْ يَمُرَّ بَيْنَ يَدَيْهِ

Seandainya orang yang lewat di depan orang yang shalat  mengetahui (dosa) yang ditanggungnya, niscaya ia memilih untuk berhenti selama 40 ( tahun), itu lebih baik baginya daripada lewat di depan orang yang sedang  shalat.” (HR. Bukhari 510 dan Muslim 1132)

g. Melaksanakan shalat 2 rakaat sebelum duduk. Salah satu adab ketika memasuki masjid adalah melaksanakan shalat sunah 2 rakaat.

Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِ

“Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk.” (H.R. Bukhari 537 dan Muslim 714)

h. Menjawab panggilan Adzan. Jawablah panggilan Adzan ketika anda mendengarnya

Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمُ النِّدَاءَ فَقُوْلُوْا مِثْلَ مَا يَقُوْلُ الْمُؤَذِّنُ

Apabila kalian mendengar adzan maka ucapkanlah seperti yang sedang diucapkan muadzin.” (HR. Bukhari 611 dan Muslim 846)

i. Mengerjakan shalat sunah rawatib, sebelum dan sesudah shalat. Shalat rawatib sebelum dan sesudah shalat fardhu adalah shalat sunah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasullullah. shalat rawatib ini menjadi penyempurna shalat fardhu kita.

j. Usahakan berada di shaf Pertama. Shaf yang paling utama adalah shaf yang pertama, dan yang lebih utama adalah yang paling dekat dengan Imam. salah satu sebab keutamaan ini adalah, posisi ini adalah posisi yang paling aman dari hal hal yang bisa mengganggu konsentrasi sewaktu shalat.

k. Merapikan shaf. Rapi dan lurusnya shaf adalah bagian dari kesempurnaan shalat.

Rapi dan lurusnya shaf adalah bagian dari kesempurnaan shalat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Hendaknya kalian bersungguh- sungguh meluruskan shaf-shaf kalian atau Allah sungguh-sungguh akan memperselisihkan di antara wajah-wajah kalian” (HR. Bukhari 717 dan Muslim 436)

3. Ketika Mendirikan Shalat

Nah, ini bagian utama Di dalam Metode dan Praktek Shalat Khusyu Sesuai Tuntunan Rasullullah SAW . Pastikan anda melakukannya ketika anda shalat

a. Jangan mendahului Gerakan Imam.

Rasulullah memberikan ancaman keras bagi seseorang yang mendahului imam, seperti disebutkan dalam hadits berikut:

أَمَا يَخْشَى الَّذِي يَرْفَعُ رَأْسَهُ قَبْلَ الْإِمَامِ أَنْ يُحَوِّلَ اللَّهُ رَأْسَهُ رَأْسَ حِمَار

Tidakkah orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam takut jika Allah akan mengubah kepalanya menjadi kepala  keledai? “(H.R Bukhari 691)

b. Fokus

Saat melakukan shalat, Pandangan hendaknya di tujukan di tempat sujud, tidak melirik apalagi menengok kanan dan kiri. Namun yang lebih penting lagi adalah pikiran kita juga harus fokus dan memposisikan diri bahwa kita sedang menghadap dan berkomomunikasi dengan Allah SWT

c. Memunculkan makna bacaan di dalam hati

Memahami Arti dan Makna Bacaan Shalat akan memberikan suasana hati yang berbeda daripada sekedar kita mengucapkan bacaan shalat tanpa mengetahui artinya.

d. Menganggap Shalat terakhir.

Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang, termasuk 1 menit atau 1 detik setelah kita shalat, apakah kita masih diberikan kesempatan untuk bisa melaksanakan shalat lagi. maka jika kita menganggap Shalat Yang Sedang kita lakukan adalah Shalat kita yang terakhir maka tentunya kita akan melakukannya dengan sungguh sungguh dengan penuh perasaan.

e. Tuma’ninah

Tuma’ninah adalah tenang setelah bergerak.

Melakukan gerakan seperlunya saja dan hanya yang sesuai dengan gerakan shalat.

Tidak melakukan hal hal lain diluar gerakan

Tidak menggoyang goyangkan tangan, atau kaki

tidak garuk garuk, dll

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu tuma’ninah dalam shalatnya, sehingga seluruh anggota badannya menempati posisi semula, bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan orang yang buruk shalatnya supaya melakukan tuma’ninah sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam:“Tidak sempurna shalat salah seorang diantara kalian, kecuali dengannya (tuma’ninah).”

Jika Anda bisa melakukan semua hal diatas, Insya Allah akan akan bisa mendapatkan shalat yang khusyu

Jika setelah melakukan langkah langkah diatas, anda masih kesulitan untuk khusyu, saran kami anda perlu mencari komunitas, mentor yang sama sama ingin mendapatkan shalat khusyu

kabar baiknya, ada workshop Metode shalat khusyu yang diadakan oleh khazzanahtravelhaji dan dibimbing langsung oleh Ust Okeu Setiawan

Workshop Metode Shalat Khusyu. pendaftaran hubungi WA 0811 800 4204
Workshop Metode Shalat Khusyu.
Pendaftaran hubungi WA 0811 800 4204

Workshop Metode & Praktek Shalat Khusyu

Sabtu, 28 April 2019

08.30 – 16.30 wib

Ruang Multazam, Islamic Center Bekasi

Pendaftaran hubungi WA 0811 800 4204

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This