Rukun Umroh dan Hikmahnya | khazzanahtravelhaji 5/5 (1)

rukun umroh dan hikmahnya
rukun umroh dan hikmahnya

Rukun Umroh dan Hikmahnya

Naik haji menjadi salah satu rukun Islam yang harus dilaksanakan oleh Muslimin dan Muslimat. Namun kita sama sama tahu bahwa pelaksanaan Ibadah haji hanya dapat dilakukan dalam periode tertentu. Yakni pada 8-12 Dzulhijjah. Bagi masyarakat Indonesia sendiri, waktu antrian untuk pergi ibadah haji cukup lama dikarenakan keterbatasan kuota. Biasanya untuk mendaftar pergi haji membutuhkan waktu 5-10 tahun baru bisa berangkat. bahkan ada beberapa kota di indonesia masa tunggu bisa sampai 20 tahun. Maka oleh karena itu, sambil menunggu jadwal berhaji, tidak ada salahnya kita melaksanakan umroh.

baca juga : kenapa harus umroh

Umroh (Arab: عمرة‎) adalah salah satu kegiatan ibadah dalam agama Islam, dimana pelaksanaannya mirip dengan ibadah haji, ibadah ini dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa ritual ibadah di kota suci Mekkah, khususnya di Masjidil Haram

Meskipun secara pelaksanaannya mirip dengan ibadah haji, namun perbedaan yang sangat significant adalah jika haji hanya dilakukan 1 tahun sekali, sedangkan umroh dapat dilakukan ” kapan saja”, tentu saja selain di waktu haji.

untuk dapat melaksanakan ibadah umroh dengan baik, maka kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa itu rukun Umroh dan hikmahnya. 

Rukun Umroh adalah rangkaian ibadah yang wajib dilakukan dalam pelaksanaan Umroh. Ibadah Umroh tidak akan sempurna kecuali dengan menyempurakan semua rukun Umroh. Jika salah satu dari rukun-rukun Umroh tersebut tidak dikerjakan, maka Ibadah Umroh nya tidak sah.

Apa saja Rukun Umroh dan hikmahnya

1. Niat Ihram

Rukun Umroh yang pertama adalah Ihram, yaitu: niat melakukan ibadah umroh dengan mengucapkan talbiah dan diharuskan mengenakan pakaian Ihram. Ihram ini dilakukan setelah sampai di miqot. Bagi laki-laki talbiah dibaca dengan keras sedangkan bagi wanita mengucapkannya dengan suara pelan. Selama ihram ini perbanyaklah bacaan talbiah, dzikir dan istighfar. Arti Niat ini sangatlah penting.

dari Saidina Umar bin Khattab, beliau berkata: Saya dengar Rasulullah SAW berkata: bahwasanya seluruh perbuatan dengan niat, dan yang didapatkan manusia ialah apa yang diniatkannya” (HR. Bukhari, Shahih Bukhari Juz 1 hal. 6).

Niat umroh (biasa disebut juga ambil miqot) diambil saat di Birr Ali, yakni suatu tempat antara Makkah dan Madinah, yakni di pinggir jalan raya Makkah – Madinah di daerah Dzulhulaifah berjarak sekitar 9 kilometer dari Masjid Nabawi.

Niat Ihram ditandai dengan mengenakan pakaian putih tidak berjahit (bagi pria) dua helai, bagian atas dan bawah. pakaian ihrom Ini melambangkan kesucian diri. jammah Umroh layaknya mayat yang mengenakan kain kafan.


Pakaian Ihrom ini menunjukkan kepasrahan seorang manusia kepada Allah. tidak ada yang berpakaian mewah atau kumuh. tidak ada gelar kebangsawanan ataupun pendidikan. yang kaya dan yang miskin semua berpakaian yang sama. tidak ada lagi kelas sosial, tidak ada lagi bawahan atasan. Semua melepaskan atribut duniawi untuk pasrah semata kepada Allah SWT.
Bentuk kepasrahan semacam inilah yang harus terus dibawa sampai kembali ke tanah air dan dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, sudah sepantasnya seseorang yang pulang dari ibadah haji/umroh tidak lagi mempunyai sifat sombong / membanggakan diri. menggantungkan diri hanya kepada Allah Semata.

2. Thawaf

Yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali, dimana tiga putaran pertama dilakukan dengan lari – lari kecil (jika mungkin), dan selanjutnya diteruskan dengan berjalan biasa. Thawaf dimulai dan berakhir di Hajar Aswad dengan menjadikan Baitullah disebelah kiri.

Thawaf, melambangkan sebuah proses perjuangan dalam mencapai tujuan. Kemanapun kita pergi diharapkan tetap terikat dengan Allah yang dilambangkan dengan bangunan Ka’bah. Semakin dekat dengan Baitullah, semakin dekat jarak yang ditempuh. namun sebaliknya, semakin jauh jarak kita dari Baitullah, semakin jauh jarak yang harus kita tempuh untuk mencapai cita cita kita.

3. Sa’i

Sa’i adalah perjalanan dari Bukit Shafa ke Bukit Marwa. Sa’i adalah napak tilas yang telah dialami oleh Siti Hajar, istri Nabiyullah Ibrahim ketika beliau dan bayinya (Ismail a.s kecil) dalam kehausan, sementara mereka berdua berada di daerah tandus tak berumput berpepohonan, tak setetes air pula mereka dapatkan. setelah bolak balik sebanyak 7 kali maka Perjuangan, pengorbanan, kepasrahan, taqarrub dan tawakkal serta doa mereka dikabulkan Allah swt sehingga memancarlah air zam-zam yang hingga kini tidak pernah kering itu. 

Ketika dalam kehidupan nyata kita dihadapkan dengan situasi semacam itu maka yang terbaik adalah pasrah total kepada Allah swt dengan membesarkan Allah dan tetap mentauhidkan Allah.

4. Tahallul

Tahallul berarti menghalalkan apa-apa yang sebelumnya diharamkan. Ketika kita mulai ihram, ada beberapa hal diharamkan. Maka dengan tahallul hal tersebut telah menjadi halal.

Tahallul ditandai dengan menggunting rambut. Bagi pria dipotong tiga helai, bisa potong pendek dan bisa pula gundul. Sedangkan untuk wanita, rambut dipotong secukupnya.

Tahallul dengan mencukur rambut ini melambangkan membuang daki atau dosa. sehingga diharapkan setelah umroh dan membuang semua dosa. kita akan lebih berhati hati dalam melangkah dalam kehidupan ini, dan tidak lagi dengan sengaja melakukan dosa.

itulah 4 rukun Umroh dan hikmahnya, dan rukun umroh ini harus dilakukan secara berurutan dengan tertib

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This