Shalat Sunah yang Dianjurkan Untuk Rutin Dikerjakan dan Sayang jika Ditinggalkan 5/5 (3)

Shalat Sunnah yang Dianjurkan Rutin Dikerjakan dan Sayang jika Ditinggalkan
Shalat Sunnah yang Dianjurkan Rutin Dikerjakan dan Sayang jika Ditinggalkan

Shalat Sunah yang Dianjurkan Untuk Rutin Dikerjakan dan Sayang jika Ditinggalkan

Shalat sunah yang dianjurkanShalat merupakan ibadah wajib dilaksanakan oleh setiap umat Islam. Ibadah shalat ini bahkan diwajibkan juga bagi mereka yang sedang dalam perjalanan ataupun sedang sakit.

Shalat, yang merupakan rukun Islam kedua setelah syahadat, sudah tentu adalah hal yang sangat penting untuk ditegakkan oleh setiap Muslim agar Cahaya Iman tetap tersimpan didalam dada.

الصلاة عماد الدين, فمن اقامها فقد اقام الدين ومن هدمها فقد هدم الدين

Sholat itu adalah tiang agama, maka barangsiapa mendirikannya maka sungguh ia telah mendirikan agama (Islam) itu dan barangsiapa merobohkannya maka sungguh ia telah merobohkan agama (Islam) itu.

Jika diibaratkan sebagai bangunan maka tentu harus memiliki tiang penyangga. Tiang penyangga ini sangat diperlukan agar bangunan itu kokoh, kuat dan tidak roboh.

Begitu juga dengan keislaman didalam diri anda. Tiang penyangga atau penopang keislaman didalam diri anda adalah Shalat. Seorang muslim yang selalu mendirikan shalat lima waktu apalagi jika berjamaah di Masjid, maka ia sedang menguatkan tiang agama didalam dirinya.

Namun sebaliknya, jika shalat sudah tidak lagi dikerjakan, maka artinya ia sedang merobohkan tiang tiang keislaman dalam dirinya.

Secara tegas dalam sebuah hadist, Rasulullah menyebutkan bahwa pembeda antara seorang mukmin dan kafir adalah orang tersebut meninggalkan shalat atau tidak, yang bisa kita maknai bahwa agama Islam telah roboh dari diri orang tersebut ketika dia meninggalkan shalat

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ

(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekufuran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 257)

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : قاَلَ رَسُولُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ ، فَإنْ صَلُحَتْ ، فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ ، وَإنْ فَسَدَتْ ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ ، قَالَ الرَّبُ – عَزَّ وَجَلَّ – : اُنْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ، فَيُكَمَّلُ مِنْهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ تَكُونُ سَائِرُ أعْمَالِهِ عَلَى هَذَا )) رَوَاهُ التِّرمِذِيُّ ، وَقَالَ : (( حَدِيثٌ حَسَنٌ ))

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan hadits tersebut hasan.) [HR. Tirmidzi, no. 413 dan An-Nasa’i, no. 466. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih.]

Begitu pentingnya shalat bagi setiap orang yang mengaku dirinya seorang Muslim, sehari semalam wajib mendirikan shalat 17 rakaat yang terbagi dalam 5 waktu.

Selain shalat wajib 5 waktu sebanyak 17 rakaat sehari semalam, ada amalan shalat sunnah yang sangat dianjurkan oleh rasullullah dan sangat sayang jika ditinggalkan.

Apa saja Shalat Sunah yang Dianjurkan Untuk Rutin Dikerjakan dan Sayang jika Ditinggalkan ?

1. Shalat Sunah Rawatib

Dalam riwayat At Tirmidzi sama dari Ummu Habibah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى فِى يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بُنِىَ لَهُ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاَةِ الْفَجْرِ

Barangsiapa sehari semalam mengerjakan shalat 12 raka’at (sunnah rawatib), akan dibangunkan baginya rumah di surga, yaitu: 4 raka’at sebelum Zhuhur, 2 raka’at setelah Zhuhur, 2 raka’at setelah Maghrib, 2 raka’at setelah ‘Isya dan 2 raka’at sebelum Shubuh.” (HR. Tirmidzi no. 415 dan An Nasai no. 1794, kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih).

2. Shalat Sunah Tahajud ( Shalat Malam )

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah –Muharram-. Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163, dari Abu Hurairah)

Shalat malam ini lebih baik dikerjakan setelah bangun tidur, pada sepertiga malam yang terakhir, sekitar jam 3 – 4 sebelum subuh.

shalat malam ini dikerjakan 2 rakaat dengan 1 kali salam, sebanyak 4 kali sehingga total 8 rakaat, dan kemudian ditutup dengan shalat witir 3 rakaat dengan 1 kali salam.

sehingga total adalah 11 rakaat, 8 rakaat shalat tahajud + 3 rakaat shalat witir.

Shalat Tahajud memilik 4 keutamaan, yaitu

  1. Diberikan Karier terbaik oleh Allah
  2. Dibimbing oleh Allah dalam mengawali Aktifitas
  3. Diberikan solusi terbaik oleh Allah dari setiap permasalahan
  4. Dijaga langsung oleh Allah dari setiap masalah

3. Shalat Dhuha

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at.” (HR. Muslim no.  720)

shalat dhuha ini bisa dikerjakan antara 2 sampai dengan 8 rakaat. adapun pelaksanaannya adalah setelah matahari naik sekitar 1 tombak setelah terbit, atau kisaran jam 7 pagi sampai dengan sebelum Dhuhur

4. Shalat Syuruq / Shalat isyroq

Shalat Syuruq / Isyroq adalah shalat dhuha yang dikerjakan di awal waktu. sebanyak 2 rakaat, setelah sebelumnya berdiam diri di masjid selepas shalat Shubuh berjama’ah.

Dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى صَلاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ جَمَاعَةٍ يَثْبُتُ فِيهِ حَتَّى يُصَلِّيَ سُبْحَةَ الضُّحَى، كَانَ كَأَجْرِ حَاجٍّ، أَوْ مُعْتَمِرٍ تَامًّا حَجَّتُهُ وَعُمْرَتُهُ

Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh dengan berjama’ah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan shalat sunnah Dhuha, maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumroh secara sempurna.”

(HR. Thobroni. Syaikh Al Albani dalam Shahih Targhib 469 mengatakan bahwa hadits ini shahih ligoirihi/ shahih dilihat dari jalur lainnya)

Itulah Shalat Sunah yang sangat Dianjurkan oleh Rasullullah Untuk Rutin Dikerjakan dan Sayang jika Ditinggalkan

Shalat Rawatib 12 rakaat, Shalat Tahajud + Witir 11 rakaat, shalat dhuha + Syuruq 10 Rakaat.

Sehingga dengan shalat wajib, total dalam 1 hari semalam kita melaksanakan shalat sebanyak 50 rakaat.

Jika kita laki laki dan sebaiknya shalat wajib berjamaah di masjid maka kita akan menambah 2 x 5 rakaat shalat Tahiyatul Masjid sehingga sehari semalam kita akan shalat sebanyak 60 rakaat.

Shalat Sunnah ini berfungsi sebagai penyempurna dari shalat wajib, siapa tahu shalat wajib yang kita kerjakan ada yang tidak sempurna.

ada yang karena kesibukan sehingga terlewat tidak dikerjakan

ada yang dikerjakan secara terburu buru, sekedar menggugurkan kewajiban

Ada juga karena sedang banyak masalah sehingga pikiran kemana mana ketika shalat, tidak khusyu.

disinilah pentingnya shalat sunah sebagai penyempurna shalat wajib

jika selama ini anda belum bisa khusyu ketika shalat, ada baiknya anda coba pelajari metode dan praktek shalat khusyu sesuai tuntunan Rasullullah di artikel berikut :

atau anda ingin bergabung dalam workshop Metode shalat khusyu bersama khazzanahtravelhaji, Bisa menghubungi WA 0811 800 4204

Workshop Metode & Praktek Shalat Khusyu
untuk pendaftaran Hubungi 0811 800 420
4

ARTIKEL TERBARU

PAKET UMROH KHAZZANAHTRAVELHAJI

Paket Umroh September

Paket Umroh Oktober

Paket Umroh November

Paket Umroh Desember

Paket Umroh Januari

Paket Umroh Februari

Paket Umroh Maret

Paket Umroh April

Paket Umroh May

Paket Haji Percepatan

BACA JUGA

Seminar Peluang Usaha Umroh dan Mudahnya ke Baitullah. Rahasia bisa umroh gratis berkali kali dan punya bisnis travel umroh sendiri

Inilah alasan kenapa memilih bisnis travel umroh
Punya travel umroh tanpa ribet, Mau ?
Sudah tahu belum, shalat sunah yang sangat dianjurkan dan sayang jika ditinggalkan
Workshop Metode & Praktek Shalat Khusyu bersama khazzanahtravelhaji
Berikut adalah 12 alasan mengapa memilih khazzanahtravelhaji sebagai tarvel umroh anda
Berbisnis sekalian ibadah, Mau ?
Metode shalat khusyu, sebuah rahasia supaya pikiran tidak jalan jalan ketika kita shalat

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This